Kamis, 10 Juli 2008

Ada apa dengan air hujan

Jumlah curah hujan (CH) di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, cukup besar. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika, curah hujan di negeri ini antara 600 - 6.000 mm/tahun, rata-rata 2.420 mm/tahun.

Curah hujan di Jawa rata-rata 2.000mm/tahun, bahkan di kabupaten Magelang tercatat 2.252 - 3.627 mm/tahun. Kalau saja kita bisa memanfaatkan 60% dari hujan yang jatuh, atau sebesar 1.200.000m3/tahun untuk tiap km2. Jika kebutuhan air diasumsikan sebesar 150 lt/org/hr,maka volume tersebut bisa dipakai untuk melayani hampir 22.000 orang untuk tiap km2. DKI Jakarta, yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi di Indonesia, ditinggali oleh hampir 13.000 orang tiap km2. Angka tersebut masih jauh dibawah angka 22.000. Jadi sebenarnya potensi sumber daya air kita sangat besar

Menurut penelitian Bank Dunia, dari rata-rata 175 miliar m3 air hujan/tahun yang turun dan mengalir di 100 lokasi (21 wilayah) sungai di Pulau Jawa, hanya 126 miliar m3 yang dapat dimanfaatkan, karena sebagian besar air hujan terbuang percuma

Setiap 1 cm curah hujan yang jatuh di area sebesar 40 meter persegi bisa mendapatkan air hujan sebesar 900 liter atau 237 galon air. Bila luas atap rumah kita sebesar 100 meter persegi (atau 2.5×40 meter persegi) maka kita bisa dapatkan air hujan sebanyak 900 x 2.5 = 2250 liter air hujan untuk setiap 1 cm curah hujan. Rata-rata curah air hujan di Jakarta adalah 242 cm per tahun. Jadi per tahunnya kita bisa menangkap air hujan sebanyak 242 x 2250 yaitu = 544.500 liter air hanya dari rumah kita saja. (sama dengan 143,800 galon air). Kalau air galonan kita hargakan 1000 rupiah saja, kita sudah menghemat 143 Juta rupiah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar