Jumat, 11 Juli 2008

Ada apa dengan ketersediaan air

Lebih dari dua pertiga bagian dari seluruh permukaan bumi merupakan air, memberi tempat hidup yang 300 kali lebih luas dari pada daratan, akan tetapi sebagian besar dari air tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk kepentingan mahluk hidup karena berbagai alasan. Hanya 1 % saja yang merupakan air yang dapat dipergunakan sebagai air bersih.

Berbicara tentang air hujan tidak terlepas dari siklus air. Menurut wikipedia Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Lebih detilnya hujan (P) turun ke bumi, sebagian air itu langsung menguap (E), sebagian mengalir diatas permukaan (Q) sebagai danau, sungai dan laut. Air sungai, danau dan laut mengalami penguapan (E). Sebagian lagi meresap kedalam tanah dan menjadi air simpanan (S). Air itu ada yang meresap oleh tumbuhan dan menguap (ET), ada pula yang keluar sebagai mata air dan mengalir sebagai air permukaan. Air permukaan penguapan. Uap yang terbawa angin keatas mengembun menjadi awan. Dan awan menjadi hujan (sumber : Soemarwoto,1991)

Proses siklus hidrologi berlangsung terus-menerus yang membuat air menjadi sumber daya alam yang terbaharui. Jumlah air di bumi sangat banyak baik dalam bentuk cairan, gas / uap, maupun padat / es. Jumlah air seakan terlihat semakin banyak karena es di kutub utara dan kutub selatan mengalami pencairan terus menerus akibat pemanasan global bumi sehingga mengancam kelangsungan hidup manusia di bumi.

Dilihat dari panjang dan pendeknya sebuah siklus air, ada 3 type tahapan proses siklus air atau siklus hidrologi ini :

A. Siklus Pendek / Siklus Kecil
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut

B. Siklus Sedang
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali

C. Siklus Panjang / Siklus Besar
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Dari ketiga type diatas air hujan merupakan komponen yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan siklus air atau siklus hidrologi. Akan tetapi hujan merupakan sisi pisau yang bermata dua, jika dikelola dengan baik maka dapat memberikan berjuta manfaat buat masyarakat akan tetapi jika tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan bencana yang dapat merugikan jutaan masyarakat juga.

Hampir setiap tahun kita selalu menghadapi bencana banjir, terutama pada bulan November sampai Januari. Lihat saja kejadian banjir bandang di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur pada 11 Desember 2002, dimana kurang lebih 26 orang tewas. Banjir bandang di Bohorok, Langkat, Sumatra Utara pada 2 November 2003 yang menewaskan 150 orang. Selain ratusan nyawa melayang, banjir juga menyebabkan rusaknya sarana prasarana, serta hilangnya sebagian besar harta benda. Banjir pada tahun 2004 juga menenggelamkan 269.615 hektar sawah di seluruh Indonesia, dengan 69.218 hektar diantaranya mengalami gagal panen (Kompas, 28/12/04).

Di sisi lain, kekeringan juga terjadi hampir setiap tahun. Pada tahun 2004 yang lalu kekeringan juga menyebabkan 13.150 hektar sawah di seluruh Indonesia mengalami puso (Kompas28/12/04). Saat ini saja pasokan air berkurang hampir sepertiganya dibandingkan dengan kondisi tahun 1970an, dimana bumi dihuni oleh 1,8 milyar penduduk. Pada tahun 2025 mendatang, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai 8,3 milyar orang. Besar kemungkinan pada saat itu Indonesia akan benar-benar mengalami krisis air, jika tidak diantisipasi sejak dini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar