Selasa, 08 Juli 2008

Air hujan untuk Mengkonservasi air tanah

Mempertahankan hutan atau Reboisasi

Hutan dapat dijadikan sebagai komponen pemanen air dengan cara mempertahankan kelestarian hutan ataupun dengan melakukan reboisasi pada hutan yang telah gundul. Penelitian terakhir di hutan Amazon, Amerika Latin menyebutkan bahwa sebenarnya hutan dapat mendaur ulang hujan hingga 75 % dan 25% sisanya mengalir kehilir dan meresap kedalam tanah.

Mekanisme daur ulang hujan tersebut dimulai dengan evapotranspirasi, pembentukan awan di wilayah hutan dan awan ini jatuh kembali berupa hujan, demikian seterusnya. Daur ulang ini adalah mekanisme fungsi hutan dalam memanen hujan. Dengan 75% air hujan tersirkulasi di wilayah hutan, maka frekuensi hujan di wilayah tersebut relatif tinggi dan teratur serta musim hujannya realtif panjang. Hujan dengan frekuansi tinggi ini tidak akan menyebabkan banjir karena 75 % menguap dan hanya 25% mengalir kehilir. Kekeringan juga tidak akan terjadi, karena pasokan air 25 % ke hilir tersebut didapatkan secara kontinyu hampir sepanjang tahun.

Melihat fungsi hutan komponen daur ulang air hujan tersebut, maka kedepan hutan harus dipandang sebagai modal tetap atau aktiva tetap, bukan sebagai modal bergerak. Perlu disadari bahwa harga kayu yang dihasilkan dari merambah hutan tidak lebih dari 7% jika dibandingkan dengan harga fungsi hutan secara integral yaitu hutan sebagai penyimpan air, pengendali banjir, pengendali kekeringan, pengendali longsor, stabilisator temperatur, konservasi ekosistem mikro dan makro serta pemasok oksigen. (Agus Maryono)

Sumur Resapan

Yang dimaksud dengan sumur resapan air hujan adalah sarana untuk penampungan air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah.

Sedangkan metode sumur resapan sudah banyak dikenal masyarakat dan dapat diimplementasikan pada setiap unit perkantoran, tempat-tempat rekreasi, olah raga, pada ruas-ruas jalan, lapangan terbang, dan lain sebagainya. Masyarakat sudah banyak mengenal sumur resapan, namun implementasinya masih tergolong lambat.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan, persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam, atau labil. Selain itu, sumur resapan juga dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum lima meter diukur dari tepi), dan berjarak minimum satu meter dari fondasi bangunan. Bentuk sumur itu sendiri boleh bundar atau persegi empat, sesuai selera. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Dengan teralirkan ke dalam sumur resapan, air hujan yang jatuh di areal rumah kita tidak terbuang percuma ke selokan lalu mengalir ke sungai.

Air hujan yang jatuh di atap rumah sekalipun dapat dialirkan ke sumur resapan melalui talang. Persyaratan teknis sumur resapan lainnya ialah kedalaman air tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan. Sedangkan struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah lebih besar atau sama dengan 2,0 cm/jam, dengan tiga klasifikasi. Pertama, permeabilitas tanah sedang (geluh kelanauan) 2,0-3,6 cm/jam. Kedua, permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus), yaitu 3,6-36 cm/jam. Ketiga, permeabilitas tanah cepat (pasir kasar), yaitu lebih besar dari 36 cm/jam. Spesifikasi sumur resapan tersebut meliputi penutup sumur, dinding sumur bagian atas dan bawah, pengisi sumur, dan saluran air hujan. Untuk penutup sumur dapat digunakan, misalnya, pelat beton bertulang tebal 10 sentimeter dicampur satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil.

Dapat digunakan juga pelat beton tidak bertulang tebal 10 sentimeter dengan campuran perbandingan yang sama, berbentuk cubung dan tidak diberi beban di atasnya. Dapat digunakan juga ferocement setebal 10 sentimeter. Sedangkan untuk dinding sumur bagian atas dan bawah dapat menggunakan buis beton. Dinding sumur bagian atas juga dapat hanya menggunakan batu bata merah, batako, campuran satu bagian semen, empat bagian pasir, diplester dan diaci semen. Sementara pengisi sumur dapat menggunakan batu pecah ukuran 10-20 sentimeter, pecahan bata merah ukuran 5-10 sentimeter, ijuk, serta arang. Pecahan batu tersebut disusun berongga. Untuk saluran air hujan, dapat digunakan pipa PVC berdiameter 110 milimeter, pipa beton berdiameter 200 milimeter, dan pipa beton setengah lingkaran berdiameter 200 milimeter. Sumur resapan dapat dibuat oleh tukang pembuat sumur gali berpengalaman dengan memerhatikan persyaratan teknis dan spesifikasi tersebut.

Dam Parit

Dam parit adalah salah satu alternatif konsep "zero flow" dan "long time ofconcentration". Bentuknya semacam embung atau waduk, tetapi memanjang seperti saluran. Air hujan yang jatuh pada suatu lahan ditampung ke dalam parit, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air irigasi.

Di samping peningkatan resapan air ke dalam tanah dan menghambat laju aliran ke sungai, teknologi dam parit ini juga dapat menampung air untuk sementara waktu dan menahan erosi yang mungkin terjadi di lahan sebelah hulu parit.

Rorak

Rorak adalah lubang kecil dengan panjang dan lebar 30-50 cm serta kedalaman 30-80 cm, yang digunakan untuk menampung sebagian aliran air permukaan. Air yang masuk ke dalam rorak akan tergenang untuk sementara dan mengisi pori tanah. Pebuatan rorak sangat sesuai untuk daerah dengan curah hujan tinggi dengan durasi pendek dan komposisi tanah berkadar lempung tinggi yang memiliki daya serap rendah.

Saluran buntu

Saluran buntu adalah bentuk lain dari rorak yang panjangnya beberapa meter. Penggenangan air tidak boleh terlalu lama (berhari-hari) karena dapat menyebabkan terganggunya pernapasan akar tanaman dan berkembangnya berbagai penyakit pada akar.
Lubang penampungan air (catch pit)

Bibit yang baru dipindahkan dari polybag ke kebun seharusnya dihindari dari kekurangan air. Sistem catch pit merupakan lubang kecil untuk menampung air untuk menjaga tingkat kelembaban tanah di dalam lubang dan di sekitar akar tanaman. Genangan pada lubang perlu dijaga, jika terlalu lama dapat menyebabkan kematian tanaman.

0 komentar:

Posting Komentar

Kontak Kami

Info lebih lanjut bisa menghubungi www.thetrekkers.com


Toko dan Kantor www.thetrekkers.com

Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 9

(2 Km di sebelah Utara Hotel Hyatt)

Kamdanen, Sarihardjo, Sleman, Yogyakarta, Indonesia

Telp +62-812-276-5434

SMS Hotline + WhatsApp : +62-812-276-5434

Email : ferriisk@yahoo.com - ferriisk@thetrekkers.com

Facebook : www.facebook.com/thetrekkers Twitter : @thetrekkerscom

Youtube : http://www.youtube.com/thetrekkersjogja


Produk dan ide-ide kami bisa juga dilihat di :


www.thetrekkers.com

Blog http://blog.thetrekkers.com/


http://tenda.thetrekkers.com/


http://perahualuminium.thetrekkers.com/


http://tangkiair.thetrekkers.com/


http://toiletportable.thetrekkers.com/


http://drybag.thetrekkers.com/


http://tasp3k.thetrekkers.com/


http://sepatu.thetrekkers.com

http://perahukaret.thetrekkers.com

http://mainanair.thetrekkers.com/


http://wisata.thetrekkers.com/


http://perahu.thetrekkers.com/